webinar register page

Sikap Bahasa, Pilihan Bahasa, dan Perilaku Sosial: Refleksi Kepatuhan terhadap Imbauan di Masa Pendemi Covid-19
Masihkah bahasa Indonesia menjadi perekat bangsa? Pertanyaan ini semakin nyata di era teknologi, informasi, dan komunikasi sekarang ini. Dari dalam, bahasa Indonesia didesak oleh sikap abai pemakai bahasanya sendiri. Ketidaktahuan dan ketidakingintahuan penutur bahasa adalah masalah pelik yang dihadapi bahasa Inonesia. Berbagai laporan menunjukkan rendahnya sikap positif pengguna terhadap bahasa Indonesia, seperti laporan Onishi (2010), Detiknews (24 April 2012), Detiknews (27 April 2012), Ubaidillah (2015), Dewantara dan Wisudariani (2016) dan Dewantara (2016). Dari luar, bahasa Indonesia berhadapan dengan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris yang begitu mendominasi. Dampak sikap abai yang tidak terasa langsung atau ‘jauh dari nafas’ mungkin adalah jawaban yang paling mengena menggambarkan kondisi pemakai bahasa saat ini. Mari coba kita lihat bagaimana sikap pengguna bahasa Indonesia saat ini. Mari coba kita lihat pilihan bahasa yang digunakan dalam berbagai ranah kehidupan, dan mari kita lihat apakah pilihan bahasa dapat memengaruhi perilaku sosial seseorang. Gambaran ini penting untuk memberikan sepotong jawaban “Masihkah bahasa Indonesia menjadi perekat bangsa?” Selain itu, ancangan apakah pilihan bahasa memengaruhi sikap sosial akan memberikan informasi terkait cara menggunakan bahasa untuk memengaruhi perilaku sosial.

01:02:00

* Required information
Loading